• +6281228460501
  • admin@arrisalahlubuklinggau.com
  • Opening: 08:00am - 14:00pm

Call Now+6283176582214

Send Messageadmin@arrisalahlubuklinggau.com

Our LocationLubuklinggau, Sumsel

Ratusan Penghafal Quran telah di WIsuda di SDIQ Ar-Risalah Lubuk Linggau Angkatan ke VII

P1100178
« of 148 »

Alhamdulillah luar biasa. Sekolah Dasar Islam Qurani (SDIQ) Ar-Risalah Lubuklinggau yang bernaung dibawah Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau kembali melahirkan ratusan penghafal Al-Quran.
 
Hal itu dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan Wisuda Tahfidz Al-Quran oleh SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau di Auditorum Putra Sohe, Sabtu 20 April 2024.
Hadir pada momen tersebut Pendiri Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Abah Dr (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi, BA, Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Kakak Guru KH Moch Atiq Fahmi, Lc, Direktur Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Ustadz Budi Satriadi, Lc, jajaran dewan pimpinan dan kepala unit di lingkungan Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau serta orang tua/wali peserta Wisuda Tahfidz Al-Quran SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau 2024.
 
Pada momen itu, KH Moch Atiq Fahmi, Lc mengucapkan selamat kepada orang tua/wali dan guru SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau yang sukses mendidik dan membimbing anak-anak sehingga mencintai dan berhasil menghafal Al-Quran.
Bahkan setiap tahun, jumlah siswa siswi yang diwisuda tahfidz Al-Quran oleh SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau terus bertambah. Tahun ini ada 116 anak yang mengikuti wisuda tersebut.
116 Anak ini, terdiri dari kelas 1 sebanyak 5 siswa, kelas 2 ada 6 siswa, kelas 3 ada 17 siswa, kelas 4 yang mengikuti wisuda tahfidz ada 21 siswa, kelas 5 ada 37 siswa dan kelas 6 ada 30 siswa.
 
Sebelum diwisuda, semua peserta didik diseleksi terlebih dahulu oleh Ustadz dan Ustazah tahsin. Jika masuk seleksi dan dinyatakan lulus maka mereka melanjutkan dengan karantina selama lebih kurang 40 hari. Tahapan selanjutnya semua anak yang karantina mengikuti Tasmi’ Akbar dan jika dinyatakan lulus maka tahapan selanjutnya mereka layak ikut Wisuda Tahfidz Al-Quran ini.
 
Untuk siswa siswi SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau yang diwisuda dengan hafalan 4 juz Al-Quran yakni, Ufaira Nur Afifa, Azizah Nindya Kurniawan, dan Miftah Javier Atthoriq.
 
Sementara yang diwisuda hafalan 3 juz Al-Quran, atas nama Ghaida Izzatunnisa, Syifa Farah Fadhila, Qinnayah Azka Dinata, Aisyah Billah, dan Zigan Ahmad Dzaljaddi.
Lalu ananda yang diwisuda dengan hafalan 2 juz Al-Quran, ada M. Farhan Khadafi, Naufal Ihsan Santoso, Athaya Nadhifa Ramadhani, M. Sakha Redho Wiratama, Adzka Gilang Darmaputra, Feodora Jacinda Bipel, Ghaisan Alfayyadh, Raisa Amirah Kayyisah, Ahmad Alghazali, Muhammad Faris Azzamy, M. Abidzar Syaifullah, Muhammad Agha Syahmi, Assyakira Natasha Ishak, Muhammad Fadri Alfatih, Adzka Abinaya Yusup, Ammar Anugrah, dan Kheanu Raffiandra Ameiran.
 
Kemudian, ananda yang diwisuda dengan hafalan 1 juz Al-Quran yaitu, Dzakira Raysatul Fatayat, Dafiya Iftinan Billah, Fidela Syakira Ayu, Muhammad Yusuf Magika Rayoza, Daffa El Rafif Ardani, Dzihni Afifah Rahman, Zilqueen Az-Zahra Mariam, M. Shank Yank. Abm, Daffa Ahtarero Ramadhan, Khansa Shafiyah, Muhammad Edgar Zhafran Falihah, Muhammad Akhyarul Anwar, Rafael Aditya , Faiz Gladwin, Urifah Dzakira Ramadina, Ahmad Husein Satria Billah, Nadhif Quentin Hamizan, Jihan Zenobia Syayutie, Regan Naufal Hakim, Zahwa Aqila, Amirah Raihanah Havizar, Muhammad Faeyza Tsaqib, Muhammad Arsa Fidian, Raza Fitrah Akbar, Aliatuz Zulfa, Khanza Azzahra, Muhammad Rian Alfarezi, Akifa Naila, Nuzulul Alfarizqi, Muhammad Zhafran Kamil, Akifah Nailah Mahdi, Muhammad Ziyad El Khair, Aisyah Sri Nalia Ricci, Tiara Sandra, Dzakwan Alfatih, Zalzabila Khayin Wafa, Quina Alesha Armanditha, Raisha Kanaya Anuar, Muhammad Atillah Benzema, Kenzu Trystan Putra Arya, Atikah Farah Dzakiyah, Nazira Nurfalah, Rizky Adia Pabeli, Rafi Fakhrullah Islami, Alif Raja As Faruq, Muhammad Fatih Razan, Saffa Prasetio, Muhammad Haykal Shidqi Dinata, Aqilah Azzahra Ubaidillah, Aisyah Septi Dwiyan, Ahmad Zidane Elshaarawy, Nuzulul Alfarifqi, Dzaky Almer Ramadhan, Bilal Rasyiqul Abid, Ghina Ulyah Syarifah, Ghanim Nur Zahira, Nandra Azkaditho, Nevan Febian Ardhani, Naura Shyfana Khorunnisa, Naurah Calista Ramadhani, Carrisa Olivia Ayuri, Vioni Khairunnisa, Raisya Lashira Nayyara, Maryam Zahwa Raisah, M. Syarif Abduh Zamil, Jelsi Alicia Shakila, Ibnaty Nadliifah Mulia, Muhammad Radytia, Fidelya Shafira Azhari, Muhammad Hasan Ricardo, Kafie El Azzam, Farikha Zahratun Nikmah, Khanza Syauqia Riani, Dzahwan Hisyam Al Qhodafi, Adila Syafanawa Putri, Prisa Assyifa Azzahra, Siti Nur Fadhilah, Muhammad Umar Lutfi, Mutia Shakira Afaf, Azrah Zahira Ishak, Jasmine Mirrati Ahsanah, Nabiilah Ramadhani, Titan Fauzan Sambora, M. Arta Azrial, Ahmad Sakhiy Siddiq, Arsakha Ransi Dari Abiyu Iskandar, Arsakha Ransi Dari Abiyu Iskandar, Khayanna Leeyasputri, Ghazy Azzam Fadhillah, M. Maliki Al Ikhsan, Muhammad Firzatullah, serta Kanaya Sharisa Sofian.
 
Istimewanya, selain mendapat sertifikat, SDIQ Ar-Risalah juga memberikan penghargaan untuk ananda peraih Predikat Terbaik. Untuk Predikat Terbaik Kategori Hafalan 4 Juz Al-Quran diraih ananda Ufaira Nur Afifah binti Hendri Hastowo. Predikat Terbaik Kategori Hafalan 3 Juz Al-Quran diberikan kepada ananda Ghaida Izzatunnisa binti Doddy Septiawan (Alm). Lalu Predikat Terbaik Kategori Hafalan 2 Juz Al-Quran diberikan kepada ananda Farkhan Kadafi bin Mirwanihifzi. Sementara Predikat Terbaik Kategori Hafalan 1 Juz Al-Quran diberikan kepada ananda Dzakira Raysatul Fatayat binti Murtako dan Dafiya Iftinan Billah binti Richo Ade Heryanto Putra.
 
Di hadapan tamu undangan yang hadir, Kakak Guru KH Moch Atiq Fahmi mengucapkan terima kasih karena Ayah Bunda sudah mempercayakan putra putrinya untuk dididik di SDIQ Ar-Risalah Lubuklinggau. Bahkan setiap tahun ada yang ikut wisuda Tahfidz Al-Quran. Tahun 2024 ini, ada 116 anak.
 
“Melihat semangat anak-anak SDIQ Ar-Risalah menghafal Al-Quran, saya jadi ingin membagikan nasehat dari Abu Hurairah yang berkata : Rumah itu akan luas, rumah itu akan dihadiri malaikat, rumah itu akan ditinggalkan oleh Syaitan dan rumah itu akan dimasuki kebaikan-kebaikan ketika rumah itu senantiasa dibacakan Al-Quran. Maka, Ayah Bunda yang ingin rumahnya terasa lapang, hati penghuni rumah itu juga selalu merasa lapang, selalu didoakan malaikat dan selalu tumbuh kebaikan-kebaikan di dalamnya, selalulah hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran,” tutur Kakak Guru.
Sebab sebaliknya, rumah yang tanpa dihiasi dengan bacaan Al-Quran, akan terasa sempit, didatangi syaitan-syaitan, bahkan enggan malaikat menghampiri.
 
Sementara Abah KH Syaiful Hadi Maafi juga menyampaikan nasehat, bahwa Al-Quran itu obat segala penyakit. Bukan hanya penyakit fisik, tapi juga penyakit hati/mental.
“Al-Quran sengaja Allah SWT turunkan, sebagai sumber dari berbagai macam obat dan rahmat. Bukan hanya untuk penyakit badan tapi juga untuk obat penyakit hati. Sebab biasanya hati yang sakit mengakibatkan badan sakit. Al-Quran juga obat dari kebodohan dan kemiskinan. Kenapa demikian? Karena ketika seseorang mempelajari Al-Quran dengan ikhlas, senantiasa banyak-banyak beristighfar pada Allah SWT maka Allah SWT akan memberi rahmat dan ampunan,” ungkap Abah Haji.
 
Kata Abah Haji, “Beristifhfarlah karenaNya maka Allah SWT akan mengampuni dosa. Orang yang banyak baca Al-Quran dan istighfar akan diampuni dosanya. Lalu langit akan menymburkan embun-embun rahmat bagi orang yang istighfarnya banyak, dan akan dipanjangkan rejekinya akan diberi karunia anak yang menyenangkan pandangan hati, dan akan diberikan surga padanya.
 
“Maka anak kita yang sudah pinter dan ngerti baca Al-Quran ini harta yang luar biasa. Semoga Al-Quran bukan hanya dihafal, tapi juga difahami. Untuk bisa memahami Al-Quran tak cukup sebatas SD saja, tapi ke SMP dan SMA-nya upayakan pilih sekolah yang mengkaji ilmu-ilmu Al-Quran. Kuliah juga jangan tinggalkan ilmu-iilmu Al-Quran insyaAllah anak-anak kita akan mendapatkan semuanya (kebahagiaan dunia akhirat). Mau kuliah jurusan apa saja silahkan, tapi jangan sampai meninggalkan belajar Al-Quran karena Al-Quran adalah ilmu yang langsung datang dari Allah SWT. Pelajari pula ilmu para nabi. Jangan sampai ilmu lain dikejar sungguh-sungguh, sementara ilmu dari Allah SWT ditinggalkan,” pesan Abah Haji.
 
Pada momen itu juga, mewakili orang tua/wali peserta Wisuda Tahfidz Al-Quran, Ustadz Murtaqo berharap kepada Abah Haji dan keluarga besar Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau, ikhlas dengan ilmu yang diberikan. Sehingga anak-anak bisa berbakti pada orang tua, dan membuat orang tua mengangis bahagia karena keberkahan ilmu nantinya.
 
“Kami mohon maaf apabila saat proses pendidikan mungkin ada yang menyinggung perasaan ustadz ustadzanya, mohon maaf. Mudah-mudahnya barokahnya ilmu para ustadz/ustadzah ini terus mengalir sampai jenjang mereka kuliah dan berumah tangga nantinya,” tutur Ustadz Murtaqo.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *